Bg

Berita - IAIN Surakarta

Konsumentrisme Mahasiswa Milenial

4 Maret 2019

Konsumerisme itu sebuah gaya hidup yang dilakakan oleh remaja sekarang ini terutama mahasiswa. Dan para mahasiswa itu menyadari bahwa prilaku konsumerisme itu perbuatan yang negatif. Prilaku konsumerisme itu sebuah tindakan yang dilakukan dengan cara yang mudah atau serba instan. Tindakan konsumerisme itu lebih mengarah pada prilaku yang tinggal memetik sebuah hasil tanpa usaha.
Konsumerisme sendiri adalah sebuah kelompok yang mengajarkan kita pada sesuatu kehidupan yang glamor, suka hura-hura, prilaku yang berlebihan, dan tidak sadar atas apa yang telah dilakukan. Dan mahasiswa sekarang ini mencerminkan gaya hidup tersebut. Gaya hidup yang dilakukan oleh mahasiswa sekarang ini semuanya serba mewah dan ingin dilihat sangat keren. Dan mereka melakukan semua hal tersebut tidak difikirkan terlebih dahulu oleh rasionya tetapi hanya dilakukan dengan rasa keinginan yang berlebihan yang timbul dalam dirinya.
Mahasiswa milineal sekarang ini sudah banyak terpengaruh oleh budaya internet atau media sosial. Sekarang handphone tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi saja tetapi sudah bisa dipakai untuk segala hal. Semisal seorang mahasiswa mendownload sebuah aplikasi good food untuk membeli sebuah makanan atau minuman dan mereka kalau terus terjerumus dalam budaya tersebut mereka akan menjadi seorang yang boros tidak mau bekerja keras.
Semua hal tersebut tentunya akan mempunyai dampak positif dan negatif pada perkembangan remaja sekarang ini. Dampak positifnya itu memudahkan seseorang mahasiswa bekerja dengan cepat dan dia tidak akan membuang waktunya dengan sia-sia untuk membeli sesuatu. Sedangkan dampak negatifnya itu mereka inginnya seba insta dia tidak mau usaha dan biasannya mereka itu akan malas dalam melakukan sesuatu. Contoh anak kos kalau dia selalu melakukan hal tersebut pasti dia akan mempunyai banyak sekali pengeluaran dan dia tidak akan mempunyai pemasukan sama sekali. Padahal kalau kita sebagai anak muda perempuan harusnya bisa memanfaatkan momen tersebut untuk belajar memasak karena nantinya mereka juga jadi calon ibu rumah tangga.
Tidak hanya dalam hal itu saja seorang mahasiswa juga terpengaruh pada fesyen anak muda sekarang. Mereka berbondong-bondong membeli sebuah barang tersebut dia tidak peduli seberapa mahal harga barang tersebut karena difikiran mereka itu timbul sebuah persaingan diantara kelompok tersebut yang ingin dilihat menarik oleh kalayak. Dia akan membeli sebuah barang yang berkualitas baik, tidak murahan karena orang melihat itu pasti dari sebuah pakaian atau barang-barangnya itu asli atau palsu. Tidak hanya itu dalam hal berpakaian juga harus diterapkan tapi anehnya sekarang seseorang perempuan berhijab tetapi dia berhijab tidak untuk menutupi aurotnya tetapi hanya untuk sebuah tren saja. Sekarang banyak perempuan berhijab tetapi mereka memperlihatkan lekut tubuhnya atau memakai pakaian yang ketat. Tapi beberapa orang beranggapan hal itu biasa malahan akan menjadi sebuah tren fesyen zaman sekarang.
Padahal islam itu mengajarkan pada umatnya untuk menutup aurot. Perempuan dari ujung rambut sampai mata kaki kecuali pergelangan tangan dan muka sedangkan laki-laki dari pusar sampai lutut. Tetapi mahasiswa milineal zaman sekarang sudah meliat hal tersebut tidak dalam sisi agama tetapi dalam hal fesyen remaja perempuan sekarang.
Semua hal tersebut akan berakibat buruk pada perkembangan seorang mahasiswa mereka tidak akan mempunyai sikap yang peduli terhadap sesama tetapi hanya sebuah gensi saja yang ada difikirannya. Mereka akan bertindak semaunya sendiri, membantah apa yang dikatakan orang tua dan tumbuh menjadi mahasiswa yang tidak mempunyai budi pekerti yang baik.
Solusinya untuk menangguli hal tersebut seorang mahasiswa itu kalau melakukan sesuatu harus difikirkan semaksimal mungkin jangan langsung ambil kesimpulan sepaya tidak menyesal dikemudian hari. Dan bergaya hiduplah yang sederhana jangan seba mewah karena Allah tidak menyukai hambanya yang boros.

Riana Partiwi

Mahasiswa Filsafat