Bg

Berita - IAIN Surakarta

PENGELOLAAN PESANTREN MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH SERI III “MOTIVASI DIRI MENUJU PRIBADI YANG ISLAMI”

9 Maret 2021

Boyolali. Seiring dengan  perkembangan teknologi turut mempengaruhi pergaulan di kalangan remaja. Berbagai aplikasi pertemanan di sosial media menjadi salah satu ukur bagaimana pergeseran pergaulan remaja mengatasnamakan “silaturahmi online” berbasis pertemanan virtual (dunia maya) lebih diminati dari pada “kopi darat” (pertemuan langsung). Tak terkecuali mahasiswa yang menjadi santri di Pondok Pesantren Al Musthofa Boyolali, yang merupakan bagian remaja saat ini, juga menghadapi fenomena dan gejolak pergaulan tersebut.

Melihat fenomena tersebut, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta mengadakan kegiatan yang memberikan dampingan dan bimbingan kepada santri untuk bisa fokus menjadi pribadi yang unggul dan islami. Salah satu upaya dalam menanggulangi fenomena bebasnya pergaulan remaja adalah melalui pemantapan dan pemahaman agama yang benar dan sesuai syariat. Oleh sebab itu Fakultas Ushuluddin dan Dakwah mengadakan kegiatan Pengelolaan Pesantren Mahasiswa dengan tema “Bimbingan Islami dengan Teknik Hipnoterapi Islami untuk Meningkatkan Motivasi Beribadah Santri”.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari KH. Raden Moh. Yasin selaku pengasuh pondok pesantren Al Musthofa dan dilanjutkan sambutan dari perwakilan Dekan dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Penyampain materi oleh narasumber sekaligus praktisi psikolog yaitu Ernawati, S. Psi., M. Psi. membagi dua sesi. Pertama penyampaian materi secara teoritis yang mengedepankan cara menjadi pribadi yang islami dan pemenang, bukan menjadi pribadi yang pecundang. Sesi pertama ini narasumber lebih menekankan pada pendekatan agama dan pengenalan diri sendiri sebagai benteng dalam membatasi pergaulan remaja saat ini. Terlebih santri sebagai garda terdepan memberikan dakwah kepada masyarakat terutama remaja untuk bisa melakukan hal yang baik dan benar. Sesi dua diisi dengan praktek hipnoterapi mandiri (self hynoterapy) dengan bantuan alunan musik serta arahan dari narasumber, dimana peserta kegiatan dibawa dalam kondisi yang bisa  rileks dan muhasabah dalam pencapaian ketenangan diri dan jiwa. Banyak dari peserta yang terbawa alunan musik dan suara dari narasumber dalam membimbing proses hipnoterapi ini.

Kegiatan ini ditutup dengan statement dari peserta yang menuliskan manfaat dari mengikuti proses materi dan hipnoterapi ini. Dimana banyak peserta yang menuliskan akan berbagai manfaat dan perubahan diri yang baik setelah mengikuti kegiatan ini. Harapannya peserta sekaligus santri mahasiswa di pondok pesantren mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah bisa menularkan kebaikan kepada sesama mahasiswa lainnya guna menanggulangi kenakalan remaja dan pergaulan yang tidak baik. (MCM)